Metode Penelitian Tahap Mind Map beserta Kiat-kiat menyusun latar belakang masalah
I. Mind Map untuk
Memahami Topik Penelitian
Memahami
secara komprehensif topik penelitian, itu adalah hal penting yang
biasanya di lupakan mahasiswa ketika melakukan penelitan. Hal itu
akan menyebabkan peneliti mengalami kesulitan dalam mencari masalah
dalam penelitannya, dan akhirnya mengalami kegagalan dalam menyusun
proposal penelitian yang baik, serta mahasiswa akan belepotan dan
gagal dalam menjawab pertanyaan sederhana tentang topik
penelitiannya.
Mid Map
di buat oleh Tony Buzan pada tahun 1974, Mid Map didasarkan pada cara
kerja otak kita menyimpan informasi. Pada hasil penelitian menunjukan
bahwa, otak kita menyimpan informasi kedalam sel-sel dalam bentuk
cabang-cabang, dan bentuknya akan terlihat seperti bentuk pohon
dengan cabang dan rantingnya. Mid Map akan sangat membantu kita dalam
memahami suatu hal kompleks degna satu gambar yang divergen, dan
membentuk cabang dan ranting dalam bentuk hirarki, membantu secara
alami dan perlahan membuat peta pemikiran tentang suatu hal.
Contoh
software yang dapat di gunakan untuk membuat Mid Map antaralain
freeMid dan Xmid yang berlisensi open source.
Jika
kalian menggunakan software Xmind, kalian dapat menjelaskan
penelitian kalian dalam bentuk gambar dan icon contoh
Dari
gambar di atas, kalian dapat mendetailkan masing-masing sub tema yang
kalian sajikan.
Dan
apabila ada bagian yang memerlukan penjelasan lebih banyak, kalian
dapat menambahkan catatan atau notes. Dalam software XMind
menyediakan fitur notes, dan memberi icon sepetri gambar di bawah ini
KIAT
MENYUSUN ALUR LATAR BELAKANG MASALAH PENELITIAN
Kiat 1
: Pahami Dua Gaya REASEARCH di
Bidang Computing
Secara
umum gaya penelitin terbagi dua yaitu gaya Computer
Science (CS)
dan gaya Information
Systems (IS).
CS yang memiliki karakteristik penelitin dan isu yang berhubungan
dengan core technology dan perbikan metode (method
improvement).
Sedangkan
gaya penelitian IS cenderung lebih ke arah isu teknologi dan sosial,
diantaranya dapat mengukur dan menganalisa kesuksesan penerapan
teknologi dan informasi.
Kiat
2 : Menjawab Semu Pertanyaan WHY
di Judul
untuk menjawab pertanyaan MENGAPA (WHY) kita dapat menggunakan latar
belakang untuk menjawabnya, itu akan mempermudah penjelasan.
Contohnya kita akan mengambulil judul Prediksi Produksi Padi
dengan menggunakan Support Vector Machine berbasis Particle
Swarm Optimization, maka
latar belakang masalah harus bisa menjawab pertanyaan :
1. mengapa padi?
2. mengapa prediksi produksi padi?
3. mengapa support vector machine?
4. mengapa particle swarm optimization?
Cara menguraikan jawaban dari pertanyaan di atas, akan di sajikan
dalam contoh latar belakang masalah di bawah.
KIAT 3: POLA ALUR DAN POKOK PIKIRAN PARAGRAF
Merangkum penelitian dengan komprehensif adalah kunci dari
keberhasilan menyusun latar belakng kita. Degan hanya membaca latar
belakang masalah, orang awam akan langsung dapat memahaminya bila
tulisan yang kita sajikan tersaji dengan baik. Untuk bisa mencapai
itu kita di haruskan untuk mengikuti 6 pola alur :
1.obyek penelitian (O)
2. metode-metode yang ada (M)
3. kelebihan dan kelemahan metode yang ada (KK)
4. masalah pada metode yang dipilih (MASA)
5. solusi perbaikan metode (SOL)
6. rangkuman tujuan penelitian (TU)
Dapat kita singkat (OMKKMASASOLTU) agar kita lebih mudah untuk
mengingatnya.
KIAT 4: BELAJAR MENULIS DENGAN ATM
Dengan cara ATM
(Amati-Tiru-Modifikasi) itu adalah cara cepat kita mahir menulis
paper ilmiah dan tesis. Dengan banyak membaca paper, kita
dapat melihat bagaimana peneliti menukiskan hasil penelitan mereka,
kita dapat meniru alurnya, dan memodifikasi di tulisan kita.
Berikut adalah contoh
latar belakang masalah :
Prediksi Produksi Padi dengan menggunakan Support Vector Machine
berbasis
Particle Swarm Optimization
Latar belakang masalah
Padi adalah komoditas yang penting di china, karena tingkat
produksinya tinggi (FAO
Report, 2009) (1. mengapa padi?). Produksi padi perlu diprediksi
dengan akurat, karena
hasil prediksi yang akurat sangat penting untuk membuat kebijakan
nasional (Traill,
2008) (2. mengapa prediksi produksi padi?). [1. obyek penelitian]
Metode prediksi rentet waktu seperti Support Vector Machine (SVM)
(Yongsheng,
2008), Neural Network (NN) (Tseng, 2007) dan Grey Model (GM) (Wu,
2007)
diusulkan oleh banyak peneliti (Huifei, 2009) untuk prediksi
produksi padi. [2.
metode-metode yang ada]
NN memiliki kelebihan pada prediksi nonlinear, kuat di parallel
processing dan
kemampuan untuk mentoleransi kesalahan, tapi memiliki kelemahan
pada perlunya datatraining yang besar, over-fitting, lambatnya
konvergensi, dan sifatnya yang local
optimum (Rosario, 2007). GM punya kelebihan di tingginya akurasi
prediksi meskipun
menggunakan data yang sedikit, akan tetapi GM memiliki kelemahan
pada prediksi data
yang sifatnya naik turun secara fluktuatif seperti pada data
produksi padi (Wu, 2007).
[3. kelebihan dan kelemahan metode yang ada]
SVM dapat memecahkan masalah NN dan GM, yaitu over-fitting,
lambatnya
konvergensi, dan sedikitnya data training (Vapnik, 2005), yang
mana ini tepat untuk
karakteristik data produksi padi pada penelitian ini (3. mengapa
support vector
machine?). Tetapi SVM memiliki kelemahan pada sulitnya pemilihan
parameter SVM
yang optimal (Coussement, 2008). [4. masalah pada metode yang
dipilih]
Particle Swarm Optimization (PSO) adalah metode optimisasi yang
terbukti efektif
digunakan untuk memecahkan masalah optimisasi multidimensi dan
multiparameter
pada pembelajaran pada machine learning seperti di NN, SVM, dan
classifier lain
(Brits, 2009) (4. mengapa particle swarm optimization?). [5.
solusi perbaikan metode]
Pada penelitian ini PSO akan diterapkan untuk pemilihan parameter
SVM yang sesuai
dan optimal, sehingga hasil prediksi lebih akurat. [6. rangkuman
tujuan penelitian]
KIAT 5: RUMUSAN MASALAH DAN TUJUAN PENELITIAN
Contoh di atas adalah contoh latar belakang yang baik, masalahdan
tujuan sudah pasti dapat kita rangkum dengan baik. Di negara kita
(Indonesia) masalah penelitian biasanya di rangkumkan dengan format
identifikasi masalah (problem statement) dan rumusan masalah
(research question).
Kita bisa rangkumkan masalah dan tujuan penelitian sebagai berikut :
Masalah Penelitian (Problem Statement atau Research Problem):
Algoritma yang di gunakan adalah algoritma SVM, algoritma SVM sangat
baik untuk prediksi rentet waktu, dapat memecahkan masalah
over-fitting, lambatnya konvergensi, dan sedikitnya data training.
Algoritma SVM tentunya memiliki kelamahan yaitu pada sulitnya
pemilihan parameter yang optimal karena dilakukan dengan trial and
error, sehingga tingkat keakurasian prediksinya menjadi rendah.
Pertanyaan
Penelitian (Research Question):
Alternatif research question lain yang bisa digunakan adalah seperti
di bawah:
• Bagaimana peningkatan akurasi SVM apabila PSO diterapkan pada
proses
pemilihan parameter yang optimal?
• Bagaimana pengaruh penerapan PSO pada pemilihan parameter yang
optimal
pada akurasi metode SVM?
Tujuan
Penelitian (Research Objective):
Menerapkan PSO untuk pemilihan parameter yang optimal dari SVM,
sehingga dapat meningkatkan tingkat keakurasuan hasil prediksi.
(PSO) adalah metode optimisasi yang terbukti efektif
digunakan untuk memecahkan masalah optimisasi multidimensi dan
multiparameter
pada pembelajaran pada machine learning seperti di NN, SVM, dan
classifier lain



